No Referring Sitemaps Detected di Google, Apa Artinya?
![]() |
| No Referring Sitemaps |
Pernah membuka Google Search Console lalu menemukan tulisan “No Referring Sitemaps Detected” pada salah satu halaman website? Bagi pemilik situs yang sedang serius membangun trafik dari Google, pesan ini memang bisa bikin bertanya-tanya: apakah halaman bermasalah, belum terindeks, atau justru ada yang salah dengan sitemap?
Tenang, pesan tersebut tidak selalu berarti website mengalami masalah serius.
Secara sederhana, “No Referring Sitemaps Detected” berarti Google tidak menemukan URL halaman tersebut di dalam sitemap XML yang telah dikirimkan melalui Google Search Console. Dengan kata lain, Google mengetahui keberadaan halaman tersebut, tetapi tidak menemukan sitemap yang secara khusus mencantumkan URL tersebut.
Kondisi seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal. Bisa saja halaman baru belum masuk ke sitemap, sitemap yang dikirimkan belum diperbarui, atau URL sitemap yang digunakan di Google Search Console tidak mencakup halaman tersebut.
Yang perlu dipahami, tidak ditemukannya sitemap yang merujuk ke sebuah halaman bukan berarti halaman tersebut otomatis gagal masuk Google. Sebuah halaman tetap bisa ditemukan, diindeks, bahkan mendapatkan posisi di hasil pencarian meskipun tidak tercantum dalam sitemap.
Sitemap sendiri berfungsi sebagai semacam peta bagi mesin pencari. Di dalamnya terdapat daftar URL yang ingin dikenali dan dirayapi oleh mesin pencari. Keberadaan sitemap dapat membantu Google memahami struktur sebuah website sekaligus menemukan konten baru atau konten yang mengalami pembaruan.
Karena itu, pesan “No Referring Sitemaps Detected” sebaiknya dilihat bersama kondisi halaman tersebut.
Jika halaman sudah terindeks dengan baik dan bahkan mendatangkan trafik dari Google, tidak ada alasan untuk langsung panik. Tidak adanya referensi sitemap bukan berarti halaman tersebut harus diperbaiki secepatnya. Namun, memasukkan URL tersebut ke sitemap tetap dapat dilakukan agar struktur situs lebih rapi dan Google memperoleh sinyal tambahan mengenai URL yang dianggap penting.
Situasinya berbeda apabila halaman belum terindeks. Dalam kondisi tersebut, pemilik website perlu memeriksa apakah URL yang bersangkutan memang sudah tercantum dalam sitemap.
Langkah pertama adalah membuka sitemap website, yang pada banyak situs dapat ditemukan melalui alamat seperti /sitemap.xml. Pastikan file tersebut bisa dibuka dengan normal dan URL halaman yang dimaksud memang tercantum di dalamnya.
Setelah itu, periksa kembali sitemap yang sudah dikirimkan melalui Google Search Console. Pastikan alamat sitemap benar dan Google tidak memberikan pesan kesalahan ketika mencoba mengaksesnya.
Jika sitemap mengalami masalah dan muncul keterangan seperti “Could not fetch”, ada beberapa kemungkinan penyebab. Alamat sitemap bisa saja salah, format file XML bermasalah, atau terdapat gangguan sementara pada server yang membuat Googlebot tidak dapat mengaksesnya.
Untuk memeriksanya, coba buka alamat sitemap langsung melalui browser. Sitemap yang valid seharusnya dapat dimuat tanpa kesalahan. Jika terdapat masalah pada file atau server, persoalan tersebut perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum sitemap dikirimkan kembali.
Mengirimkan sitemap ke Google Search Console juga sebenarnya tidak rumit. Pemilik website cukup masuk ke Google Search Console, memilih properti website yang ingin dikelola, kemudian membuka bagian Sitemaps. Setelah itu, masukkan alamat sitemap, misalnya sitemap.xml, lalu kirimkan.
Setelah sitemap dikirim, statusnya perlu dipantau. Jika Google berhasil membacanya, data mengenai sitemap dan URL di dalamnya akan diperbarui seiring proses crawling.
Ada satu hal lain yang juga perlu diperhatikan: perubahan pada data sitemap tidak selalu langsung terlihat di Google Search Console. Terkadang Google membutuhkan waktu untuk melakukan crawling dan memperbarui informasi yang ditampilkan. Jadi, apabila sitemap sudah benar tetapi pesan tersebut masih muncul, bisa saja data di Search Console belum sepenuhnya diperbarui.
Lalu, apakah sitemap benar-benar penting?
Jawabannya, sitemap dapat membantu Google menemukan dan memahami URL dalam sebuah website, terutama ketika situs memiliki banyak halaman atau sering menerbitkan konten baru. Sitemap juga dapat membantu proses crawling menjadi lebih efisien.
Namun, sitemap bukan jaminan bahwa setiap URL yang dicantumkan pasti akan diindeks Google. Keputusan untuk mengindeks sebuah halaman tetap bergantung pada sistem Google dan berbagai faktor lainnya.
Karena itu, pemilik website tidak seharusnya hanya melihat sitemap ketika sebuah halaman belum muncul di Google. Kondisi halaman, kualitas konten, kemampuan Google mengakses URL, serta status indexing juga perlu diperiksa.
Untuk website yang menggunakan sistem CMS, sitemap biasanya dibuat dan diperbarui secara otomatis oleh sistem atau plugin SEO tertentu. Jika halaman baru tidak muncul di sitemap, pemilik situs perlu memeriksa pengaturan CMS atau plugin yang digunakan.
Bagaimana dengan sitemap lama yang sudah tidak digunakan? Sitemap lama dapat dihapus dari Google Search Console jika memang sudah tidak relevan. Namun, menghapus sitemap dari Search Console tidak otomatis membuat URL yang sebelumnya ada di dalamnya berhenti dirayapi atau diindeks Google.
Jika tujuan sebenarnya adalah mencegah sebuah halaman muncul di mesin pencari, menghapus sitemap saja bukan solusi. Pengaturan seperti noindex atau penghapusan URL dari website perlu dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, “No Referring Sitemaps Detected” lebih tepat dipahami sebagai informasi mengenai hubungan sebuah URL dengan sitemap, bukan otomatis sebagai tanda bahwa website mengalami kerusakan.
Jika halaman sudah terindeks dan berjalan normal, pesan tersebut mungkin tidak membutuhkan tindakan mendesak. Namun, jika halaman belum terindeks, pemeriksaan sitemap menjadi salah satu langkah yang layak dilakukan.
Pastikan sitemap dapat diakses, URL halaman tercantum di dalamnya, alamat sitemap sudah dikirimkan ke Google Search Console, dan tidak ada masalah ketika Google mencoba mengambil file tersebut.
Jika semua sudah benar tetapi laporan belum berubah, berikan waktu bagi Google untuk memperbarui datanya. Dalam beberapa kasus, informasi yang muncul di Search Console memang tidak langsung mengikuti perubahan terbaru pada website.
Sumber: SEOTesting, “No Referring Sitemaps Detected – What is this issue? How do I solve it?”, ditulis Ryan Jones dan diperbarui 10 Oktober 2025.
