5 Cara Mengecek Backlink Website Sendiri dan Kompetitor dengan Mudah
![]() |
| Cara Mengecek Backlink |
Peringkat website di Google sulit naik meski konten sudah rutin dibuat? Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas backlink.
Backlink masih menjadi bagian penting dalam strategi SEO karena dapat membantu mesin pencari memahami hubungan dan reputasi sebuah website. Namun, sebelum menyusun strategi untuk mendapatkan backlink baru, pemilik website perlu mengetahui terlebih dahulu kondisi backlink yang sudah dimiliki.
Tak hanya website sendiri, backlink milik kompetitor juga bisa dianalisis untuk mendapatkan gambaran strategi yang mereka gunakan.
Ada sejumlah tools yang dapat dimanfaatkan untuk mengecek backlink, mulai dari Google Search Console hingga platform SEO seperti Ahrefs, Semrush, Seobility, dan Ubersuggest.
Berikut beberapa cara mengecek backlink website sendiri maupun kompetitor dengan mudah.
1. Cek Backlink Website melalui Google Search Console
Google Search Console menjadi salah satu pilihan utama untuk mengetahui backlink yang mengarah ke website sendiri.
Namun, metode ini hanya dapat digunakan untuk website yang memang Anda miliki dan telah terhubung ke akun Google Search Console.
Setelah masuk ke akun Google Search Console, pilih properti website yang ingin diperiksa. Selanjutnya, buka menu Links yang tersedia pada bagian navigasi.
Di halaman tersebut, terdapat sejumlah informasi penting mengenai profil backlink website.
Beberapa data yang dapat diperhatikan antara lain:
External links, yaitu halaman website yang mendapatkan backlink.
Top linking sites, yaitu website yang paling banyak memberikan tautan.
Top linking text, yaitu anchor text yang digunakan pada backlink.
Data tersebut dapat membantu pemilik website memahami dari mana backlink berasal dan halaman mana yang paling banyak mendapatkan tautan.
Untuk kebutuhan analisis lebih lanjut, data backlink juga dapat diekspor dan diolah menggunakan spreadsheet.
2. Gunakan Seobility untuk Mengecek Backlink
Selain Google Search Console, Seobility juga dapat digunakan untuk melihat backlink sebuah website.
Cara penggunaannya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu membuka halaman Seobility Backlink Checker, kemudian memasukkan domain atau URL website yang ingin dianalisis.
Setelah itu, klik tombol untuk melakukan pengecekan backlink dan tunggu hingga hasil analisis ditampilkan.
Melalui hasil tersebut, pengguna dapat melihat sejumlah informasi, termasuk:
Link rating
Sumber backlink
Anchor text
Tools ini dapat menjadi pilihan untuk melihat gambaran awal backlink, termasuk ketika ingin menganalisis website lain atau kompetitor.
3. Analisis Backlink dengan Ahrefs
Ahrefs juga dikenal sebagai salah satu platform yang menyediakan fitur untuk menganalisis backlink.
Melalui fitur backlink checker, pengguna dapat memasukkan domain atau URL untuk melihat informasi mengenai tautan yang mengarah ke sebuah website.
Versi gratis memang memiliki keterbatasan dalam jumlah data yang dapat ditampilkan. Meski demikian, informasi yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisis awal.
Beberapa data yang dapat ditemukan melalui Ahrefs antara lain:
Domain Rating
Referring page
Anchor text
Target URL
Dengan informasi tersebut, pengguna dapat mengetahui halaman mana yang memberikan backlink dan ke halaman mana tautan tersebut diarahkan.
4. Cek Profil Backlink Menggunakan Semrush
Pilihan berikutnya adalah Semrush.
Untuk melakukan pengecekan, pengguna dapat membuka fitur Backlink Checker, lalu memasukkan domain website yang ingin dianalisis.
Setelah proses pemeriksaan selesai, Semrush akan menampilkan sejumlah metrik yang berkaitan dengan profil backlink sebuah website.
Informasi yang tersedia dapat mencakup:
Authority Score
Referring domain
Jumlah backlink
Judul dan URL halaman sumber
Anchor text
Target URL
Data tersebut dapat membantu dalam memahami kekuatan profil backlink sebuah website dan membandingkannya dengan kompetitor.
5. Gunakan Ubersuggest untuk Melihat Backlink
Ubersuggest juga menyediakan fitur untuk melakukan analisis backlink.
Prosesnya hampir sama dengan tools lainnya. Pengguna cukup memasukkan domain atau URL website yang ingin diperiksa, kemudian menunggu hasil analisis muncul.
Selain menampilkan informasi dasar mengenai backlink, Ubersuggest juga menyediakan beberapa data tambahan.
Beberapa di antaranya adalah:
First seen, untuk melihat kapan backlink pertama kali terdeteksi.
Last seen, untuk mengetahui kapan backlink terakhir kali terlihat.
Spam score, sebagai salah satu informasi tambahan dalam mengevaluasi profil tautan.
Informasi tersebut dapat membantu pengguna melakukan pemantauan terhadap backlink yang mengarah ke website.
Jangan Hanya Fokus pada Jumlah Backlink
Memiliki banyak backlink tidak selalu berarti website akan memiliki performa SEO yang lebih baik.
Kualitas dan relevansi backlink juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Sebagai contoh, sebuah website yang membahas teknologi atau kecerdasan buatan tentu akan lebih relevan mendapatkan backlink dari website yang membahas topik serupa dibandingkan memperoleh banyak tautan dari situs yang tidak berkaitan dengan topiknya.
Karena itu, strategi backlink sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah.
Backlink yang berasal dari website relevan, memiliki kualitas baik, dan sesuai dengan topik konten dapat memberikan nilai yang lebih berarti dibandingkan banyak tautan yang tidak memiliki hubungan dengan niche website.
Penutup
Mengecek backlink secara rutin dapat membantu pemilik website memahami kondisi profil tautannya sekaligus menyusun strategi SEO berikutnya.
Google Search Console dapat digunakan untuk memantau backlink website sendiri, sementara Seobility, Ahrefs, Semrush, dan Ubersuggest dapat menjadi pilihan untuk melakukan analisis terhadap website sendiri maupun kompetitor.
Namun, backlink bukan satu-satunya faktor yang menentukan performa sebuah website di mesin pencari.
Selain membangun backlink, pemilik website juga perlu memperhatikan kualitas konten, relevansi informasi, struktur website, dan berbagai faktor SEO lainnya.
Pada akhirnya, strategi yang lebih penting bukan sekadar mendapatkan backlink sebanyak-banyaknya, melainkan membangun tautan yang berkualitas dan relevan dengan website yang dikembangkan.
