Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Ma’rang Waspadai Scam Marketplace

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 mengedukasi warga Ma’rang, Pangkep, tentang cara mengenali dan mencegah penipuan digital di marketplace.

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 saat memberikan edukasi anti-scam marketplace kepada warga Kelurahan Ma’rang, Pangkep.

PANGKEP — Kemudahan berbelanja dan berjualan melalui marketplace membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, di balik kemudahan tersebut, pengguna juga perlu mewaspadai berbagai modus penipuan digital yang semakin beragam.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 wilayah Kabupaten Pangkep. Melalui program kerja bertajuk “Pentingnya Mengetahui Scam di Lingkungan Marketplace!”, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat di Kelurahan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Jumat (31/07).

Program yang digagas mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, Zatil Hidayah Akbar Patangari, tersebut menyasar warga, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha online yang melakukan aktivitas jual beli melalui platform digital.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kewaspadaan masyarakat agar lebih mampu mengenali berbagai bentuk penipuan yang dapat terjadi ketika bertransaksi secara daring.

Kenali Modus Penipuan di Marketplace

Dalam pemaparannya, Zatil menjelaskan bahwa modus scam marketplace dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan pengguna, terutama ketika korban terburu-buru mengambil keputusan atau kurang memahami keamanan transaksi digital.

“Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa mengklik sebuah tautan asing atau memberikan kode verifikasi (OTP) kepada pihak yang tidak dikenal dapat berakibat fatal. Melalui program edukasi ini, kami ingin memberikan wawasan praktis agar warga Kelurahan Ma’rang dapat mengidentifikasi potensi penipuan sejak dini,” ujar Zatil kepada peserta.

Sejumlah modus yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain akun palsu yang menawarkan produk dengan harga tidak wajar, phishing melalui pesan singkat maupun aplikasi pesan instan, serta pemalsuan bukti pembayaran yang dapat merugikan penjual.

Bagi pelaku usaha online, kemampuan mengenali bukti pembayaran palsu menjadi salah satu hal penting. Penjual juga perlu memastikan transaksi benar-benar masuk melalui sistem pembayaran resmi sebelum menyerahkan barang kepada pembeli.

Warga Diberikan Panduan Transaksi Aman

Tidak hanya menjelaskan bentuk-bentuk scam, mahasiswa KKN Unhas juga memberikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.

Beberapa langkah yang ditekankan dalam edukasi tersebut meliputi:

  • Memeriksa identitas akun: Warga dianjurkan melihat rating, ulasan, serta rekam jejak penjual atau pembeli sebelum melakukan transaksi.

  • Menggunakan pembayaran resmi: Transaksi sebaiknya dilakukan melalui sistem pembayaran yang disediakan secara resmi oleh marketplace dan menghindari permintaan pembayaran di luar platform.

  • Menjaga data pribadi: Kata sandi, PIN, kode OTP, dan informasi sensitif lainnya tidak boleh diberikan kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai layanan pelanggan.

  • Memeriksa tautan: Pengguna perlu memastikan alamat situs yang dibuka merupakan domain resmi dan tidak berasal dari tautan mencurigakan.

  • Tidak mudah tergiur harga murah: Penawaran dengan harga yang jauh di bawah harga pasar perlu diperiksa lebih lanjut sebelum pengguna melakukan pembayaran.

Edukasi tersebut mendapat respons positif dari warga dan pelaku usaha online di Kelurahan Ma’rang. Sejumlah peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga data pribadi dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi yang diterima secara daring.

Dorong Masyarakat Lebih Aman Bertransaksi Digital

Pemerintah Kelurahan Ma’rang turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116. Edukasi mengenai keamanan digital dinilai penting seiring semakin luasnya penggunaan teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Literasi digital diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memanfaatkan marketplace untuk memenuhi kebutuhan dan mengembangkan usaha, tetapi juga membuat warga lebih siap menghadapi berbagai risiko kejahatan siber.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 turut menjalankan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Edukasi anti-scam diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan bertransaksi secara lebih cermat, aman, dan bertanggung jawab di lingkungan Kelurahan Ma’rang.

Sumber: Dokumentasi dan informasi kegiatan KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 di Kelurahan Ma’rang, Kabupaten Pangkep.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Ma’rang Waspadai Scam Marketplace
  • Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Ma’rang Waspadai Scam Marketplace
  • Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Ma’rang Waspadai Scam Marketplace
  • Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Ma’rang Waspadai Scam Marketplace
  • Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Ma’rang Waspadai Scam Marketplace
  • Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Ma’rang Waspadai Scam Marketplace